Penembakan Konvoi Freeport di MP60, OPM Klaim Bertanggung Jawab, Aparat Pastikan Keamanan Pekerja Jadi Prioritas
MIMIKA, PAPUA TENGAH — Penembakan terhadap konvoi kendaraan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile Point (MP) 60, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, kembali menjadi perhatian setelah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Klaim itu disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers pada Jumat, 4 September 2026, yang disertai video berdurasi sekitar tiga menit. Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengklaim penembakan dilakukan terhadap kendaraan PTFI pada 2 September 2026.
Namun, aparat keamanan menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berjalan. Polisi belum menetapkan kelompok tertentu sebagai pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan.
Tiga Kendaraan Freeport Terkena Tembakan
Insiden terjadi sekitar pukul 08.25 WIT ketika rombongan kendaraan PTFI bergerak dari MP 68 Tembagapura menuju Timika.
Konvoi tersebut terdiri dari 15 kendaraan, yakni 13 bus, satu towing truck, dan satu mobil box. Ketika melintas di MP 60, tiga kendaraan menjadi sasaran tembakan, yaitu dua bus karyawan dan satu towing truck.
Bus dengan nomor lambung 140591 mengalami lima tembakan. Sementara Bus 140575 ditemukan memiliki satu lubang bekas tembakan pada bagian atas kabin yang menembus hingga ke dalam kendaraan.
Towing Truck 021074 juga terkena tiga tembakan pada bagian pintu dan kaca spion.
Meski sejumlah kendaraan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan awal, terdapat tiga kendaraan yang terkena tembakan, yaitu dua unit bus dan satu unit towing truck. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo.
Polisi Amankan Selongsong dan Serpihan Peluru
Aparat gabungan langsung melakukan pemeriksaan kendaraan dan olah tempat kejadian perkara setelah insiden.
Dari lokasi, petugas mengamankan serpihan kaca, enam serpihan logam yang diduga berkaitan dengan penembakan, serta tiga selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi juga masih memeriksa keterangan para pengemudi dan saksi guna mendapatkan gambaran lengkap mengenai kronologi dan arah tembakan.
OPM Klaim Bertanggung Jawab, Polisi Tetap Dalami Bukti
TPNPB-OPM melalui Sebby Sambom mengklaim kelompoknya bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka bahkan menyebut aksi dilakukan berdasarkan perintah pimpinan kelompok bersenjata di wilayah Kodap Kali Kopi.
Namun, klaim tersebut belum otomatis menjadi kesimpulan hukum.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan bukti yang ditemukan di lapangan.
“Untuk pihak yang diduga sebagai pelaku, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Petugas masih mendalami keterangan saksi, barang bukti, dan temuan di lapangan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” kata Yusuf.
Pendekatan tersebut menunjukkan aparat tidak hanya mengandalkan klaim pihak tertentu, tetapi tetap mengutamakan pembuktian melalui olah TKP, pemeriksaan saksi, dan barang bukti.
Freeport Tempuh Jalur Hukum
PT Freeport Indonesia telah melaporkan insiden tersebut kepada kepolisian melalui Polsek Tembagapura.
Laporan tercatat dengan nomor LP/B/13/IX/2026/SPKT/Polsek Tembagapura/Polres Mimika/Polda Papua Tengah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari proses hukum untuk mengungkap pelaku maupun motif penembakan.
Kepolisian menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan berdasarkan fakta yang ditemukan.
Pemerintah Tegaskan Keselamatan Pekerja dan Masyarakat Prioritas
Respons pemerintah melalui aparat keamanan menempatkan keselamatan masyarakat dan pekerja sebagai prioritas utama.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penembakan terhadap kendaraan yang membawa masyarakat maupun pekerja merupakan tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Ia memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan terukur dengan mengacu pada bukti yang ditemukan di lapangan.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa negara tetap hadir untuk menjaga keamanan jalur transportasi dan aktivitas masyarakat di kawasan Tembagapura.
Aparat Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
Di tengah beredarnya video dan klaim tanggung jawab dari TPNPB-OPM, aparat juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengimbau masyarakat dan pengguna jalur Tembagapura tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Imbauan tersebut menjadi penting karena informasi mengenai konflik bersenjata di Papua kerap beredar melalui media sosial sebelum proses verifikasi aparat selesai.
Keamanan Tembagapura Menjadi Perhatian
Penembakan terhadap konvoi PTFI memperlihatkan bahwa keamanan jalur transportasi di kawasan Tembagapura masih menjadi perhatian serius.
Di sisi lain, tidak adanya korban jiwa maupun luka dalam insiden ini menunjukkan bahwa respons keamanan dan prosedur pengawalan menjadi faktor penting dalam melindungi pekerja serta masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.
Aparat kini terus mengembangkan penyelidikan dengan mengandalkan barang bukti dan keterangan saksi untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab.
Negara Pastikan Penegakan Hukum Berjalan
Insiden penembakan konvoi Freeport tidak hanya menyangkut kerusakan kendaraan, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan masyarakat dan keberlangsungan aktivitas ekonomi di Mimika.
Karena itu, pemerintah melalui aparat keamanan menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat dan pekerja menjadi prioritas, sementara proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan berdasarkan bukti dan fakta.
Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, aparat juga meminta masyarakat menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga situasi keamanan di Tembagapura sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi tetap dapat berlangsung dengan aman.

Komentar
Posting Komentar