Sejarah Tercipta, Dua Komandan Batalyon OPM dan 35 Anggota Kembali ke Pangkuan NKRI, Bukti Pendekatan Humanis Pemerintah Membuahkan Hasil
Yahukimo, Papua Pegunungan — Sebuah momentum penting dalam upaya mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Papua tercipta setelah dua komandan batalyon Organisasi Papua Merdeka (OPM) bersama 35 anggotanya secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa ini menjadi salah satu capaian terbesar dalam proses pembinaan dan pendekatan humanis yang selama ini dijalankan pemerintah bersama aparat keamanan di wilayah Papua. Prosesi ikrar setia kepada NKRI dilaksanakan di hadapan aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, para mantan anggota OPM juga menyerahkan sejumlah senjata api, amunisi, dan perlengkapan lainnya sebagai simbol komitmen untuk meninggalkan perjuangan bersenjata dan memilih jalan damai. Keberhasilan tersebut dipandang sebagai bukti bahwa pendekatan dialog, pembinaan, dan pembangunan yang diutamakan pemerintah mulai menunjukkan hasil nyata...