Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Solidaritas Nasional untuk Papua Desak Pemerintah dan DPR Naikkan Status KKB/OPM sebagai Kelompok Teroris

Gambar
     JAKARTA – Dorongan untuk memperkuat penanganan kelompok bersenjata di Papua kembali mengemuka. Solidaritas Nasional untuk Papua mendesak pemerintah dan DPR RI mempertimbangkan peningkatan status Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)/Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi kelompok teroris. Desakan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap berbagai aksi kekerasan yang berdampak langsung terhadap masyarakat sipil di sejumlah wilayah Papua. Menurut kelompok yang menyuarakan tuntutan tersebut, pendekatan terhadap kekerasan bersenjata perlu diperkuat agar perlindungan terhadap masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif. Perlindungan Warga Sipil Menjadi Sorotan Kekerasan bersenjata di Papua tidak hanya berdampak pada aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil yang berada di wilayah rawan. Sejumlah peristiwa kekerasan, penyerangan, penyanderaan, dan gangguan terhadap aktivitas masyarakat telah meningkatkan kekhawatiran mengenai keselamatan warga. Karena itu, tuntuta...

Rentetan Aksi KKB Papua Sepanjang Agustus: 9 Serangan, 7 Tewas, hingga 9 Perempuan Disandera

Gambar
     PAPUA  – Rangkaian kekerasan yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali menjadi perhatian sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan rangkuman pemberitaan detikcom hingga  25 Agustus 2026 , tercatat  sembilan serangan  di wilayah Papua Pegunungan hingga Papua Tengah. Rentetan aksi tersebut mengakibatkan  tujuh orang meninggal dunia, lima orang mengalami luka-luka, dan sembilan perempuan dilaporkan disandera . Korban berasal dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Lima Pekerja Proyek Jalan Tewas di Tolikara Salah satu serangan paling mematikan terjadi pada  2 Agustus 2026  di kawasan Kali Kabur, Distrik Woniki, Tolikara. Lima pekerja proyek jalan dari PT Sutan Harauli Jaya (PT SHJ) ditemukan meninggal dunia akibat luka tembak dan penganiayaan berat. Lima pekerja lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan mendapatkan perawatan medis. Dalam proses evakuasi, aparat j...

Polisi Temukan Ladang Ganja di Jayawijaya, Pemerintah Perkuat Perlindungan Generasi Muda Papua

Gambar
     JAYAWIJAYA, PAPUA PEGUNUNGAN  – Kepolisian menemukan ladang ganja di  Kampung Pipukmo, Distrik Hubikosi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan , pada Kamis, 27 Agustus 2026. Sebanyak  16 batang tanaman ganja  diamankan untuk pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan masyarakat setempat. Petugas melakukan patroli serta memanfaatkan  deteksi udara menggunakan drone  untuk menemukan lokasi tanaman ganja yang berada cukup jauh dari akses jalan umum. Ladang Berada di Lokasi Terpencil Lokasi tanaman ganja berada sekitar  3 kilometer dari jalan umum  dan hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Lahan tersebut memiliki ukuran sekitar 260 x 400 sentimeter. Dari lokasi, polisi mengamankan  12 tanaman ganja yang masih tumbuh  dengan ukuran beragam. Selain itu, terdapat empat batang tanaman yang telah dipanen, masing-masing berukuran sekitar 120, 114, 129...

OPM Sandera 9 Perempuan di Mimika, Pemerintah Tegaskan Perlindungan Warga Sipil dan Perkuat Keamanan Papua

Gambar
     MIMIKA, PAPUA TENGAH  – Aksi penyanderaan terhadap sembilan perempuan di wilayah Mimika, Papua Tengah, menjadi perhatian serius pemerintah. Para korban disebut berasal dari berbagai kelompok usia, termasuk seorang siswi sekolah dasar. Bahkan, terdapat korban yang dilaporkan mengalami kehamilan. Peristiwa tersebut kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap masyarakat sipil di tengah persoalan keamanan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Papua. Pemerintah bersama aparat keamanan menempatkan  keselamatan warga sebagai prioritas , sekaligus terus memperkuat langkah pengamanan untuk mencegah masyarakat kembali menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata. Pemerintah Tegaskan Negara Hadir Melindungi Warga Pemerintah menegaskan bahwa masyarakat sipil harus mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi. Kehadiran negara di Papua tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan oleh aparat, tetapi juga melalui pelayanan publik, pendidikan,...

OPM Sandera 11 Perempuan di Mimika, Satu Tewas Ditembak dan Satu Dilempar ke Jurang

Gambar
     MIMIKA, PAPUA TENGAH  – Kekerasan terhadap warga sipil kembali terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Sebanyak  11 perempuan dilaporkan menjadi korban penyanderaan oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM)  pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dari 11 perempuan tersebut, sembilan di antaranya merupakan gadis yang mayoritas masih di bawah umur. Sementara itu, dua korban lainnya merupakan perempuan dewasa. Salah satu korban ditemukan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian perut, sedangkan seorang korban lainnya ditemukan setelah dilempar ke jurang dan mengalami patah kaki. Penyanderaan Terjadi di Kampung Pasir Putih Peristiwa tersebut terjadi di  Kampung Pasir Putih, Distrik Jila , sekitar pukul 13.40 WIT. Informasi mengenai penyanderaan kemudian dilaporkan warga kepada  Pos Koramil 1710-05/Jila . Laporan tersebut diterima aparat setelah terjadi kontak tembak pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik...

Pihak Gereja Konfirmasi Penyanderaan 9 Perempuan di Jila Dilakukan OPM Kodap III Ndugama

Gambar
     MIMIKA, PAPUA TENGAH  – Pihak Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua menyatakan bahwa kelompok yang melakukan penyanderaan terhadap sembilan perempuan suku Amungme di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, merupakan kelompok  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan OPM Kodap III Ndugama Derakma . Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua,  Pdt. Yahya Lagoan, M.Th. , mengatakan informasi yang diterima pihak gereja dari warga sekitar menyebut kelompok Kodap III Ndugama sebagai pihak yang melakukan penyanderaan tersebut. Pernyataan tersebut menjadi penting karena datang dari unsur gereja yang berada dekat dengan masyarakat dan turut menerima informasi mengenai kondisi warga di Jila. Penyanderaan Terjadi Setelah Serangan di Jila Menurut keterangan yang disampaikan Yahya Lagoan kepada media, penyanderaan terjadi setelah adanya serangan terhadap Pos TNI di Kampung Jila pada  17 Agustus 2026 . Info...

TNI Kuasai Wilayah yang Diduga Menjadi Basis OPM di Intan Jaya dalam Suhu 3 Derajat, Sejumlah Senjata Disita

Gambar
    INTAN JAYA, Papua Tengah  – Operasi pengamanan yang dilakukan TNI di wilayah Intan Jaya, Papua Tengah, kembali menunjukkan tantangan berat yang dihadapi aparat dalam menjaga keamanan di kawasan pegunungan Papua. Dalam kondisi suhu yang dilaporkan mencapai sekitar  3 derajat Celsius , personel TNI menjalankan operasi untuk menguasai wilayah yang diduga digunakan kelompok bersenjata OPM sekaligus mengamankan sejumlah senjata dan amunisi. Berdasarkan laporan Kompas.com yang diterbitkan pada  15 Agustus 2026 , operasi tersebut menjadi bagian dari upaya aparat mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata di Intan Jaya. Kondisi geografis Intan Jaya yang berada di kawasan pegunungan membuat operasi keamanan memiliki tantangan tersendiri. Cuaca dingin, medan terjal, serta keterbatasan akses menjadi faktor yang harus diperhitungkan personel di lapangan. Operasi Dilakukan di Tengah Medan Pegunungan Intan Jaya merupakan salah satu wilayah Papua Tengah yang memiliki kon...

Abaikan Ancaman Jubir OPM, Pangdam Tegaskan Sinergi TNI-Polri Jamin Keamanan HUT ke-81 RI di Papua

Gambar
    JAYAPURA, Papua  – Aparat keamanan memastikan rangkaian peringatan  Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia  di Papua tetap berlangsung dengan aman dan kondusif. Ancaman yang disampaikan juru bicara kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak menyurutkan kesiapan  TNI dan Polri  dalam mengamankan berbagai kegiatan masyarakat menjelang peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus 2026. Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang  menegaskan bahwa TNI dan Polri telah membangun sinergi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI berjalan dengan baik. Pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di masing-masing wilayah Papua. TNI-Polri Tidak Terpengaruh Ancaman Ancaman yang disampaikan pihak OPM tidak menjadi alasan bagi aparat untuk mengurangi kesiapsiagaan. Sebaliknya, TNI dan Polri terus memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keam...

Stafsus Menhan Lenis Kogoya Sampaikan Tiga Poin Tegas kepada TPNPB-OPM: Hentikan Kekerasan dan Lindungi Warga Papua

Gambar
     JAKARTA – Staf Khusus Menteri Pertahanan (Stafsus Menhan) Bidang Kedaulatan Negara, Lenis Kogoya , menyampaikan tiga poin tegas kepada juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom beserta kelompoknya. Seruan tersebut menekankan penghentian provokasi, pengosongan wilayah Wamena dan sekitarnya, serta penghentian seluruh aksi kekerasan terhadap masyarakat sipil di Tanah Papua. Pernyataan tersebut disampaikan pada 11 Agustus 2026 , di tengah meningkatnya perhatian terhadap situasi keamanan di Papua. Lenis menyoroti sejumlah tindakan kekerasan yang menurut laporan terjadi dalam beberapa waktu terakhir, termasuk intimidasi, penganiayaan, pembunuhan terhadap guru dan misionaris, serta pembakaran fasilitas sekolah. Tiga Poin yang Disampaikan Lenis Kogoya Dalam seruannya, Lenis menyampaikan tiga tuntutan utama kepada TPNPB-OPM. Pertama , menghentikan penyebaran isu provokatif melalui media massa serta ancaman pembunuhan terhadap warga sipil dan pemerintah daerah. Kedua , meminta kelo...

Mahasiswa Papua Soroti Kekerasan TPNPB-OPM, Desak Kelompok Bersenjata Jauh dari Lingkungan Warga Sipil

Gambar
     JAYAPURA, Papua – Kritik terhadap keberadaan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di tengah masyarakat sipil kembali disuarakan kalangan mahasiswa Papua. Mereka menilai serangkaian aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir justru semakin menjauhkan kelompok bersenjata tersebut dari kepentingan masyarakat yang selama ini mereka klaim perjuangkan. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih, Yuluku Wasiangge , mengatakan berbagai insiden kekerasan telah menimbulkan ketakutan dan penderitaan bagi masyarakat. Menurutnya, aksi yang mengakibatkan korban sipil menunjukkan adanya persoalan serius mengenai arah perjuangan yang diklaim oleh kelompok bersenjata tersebut. Penembakan di Sekitar Festival Lembah Baliem Disorot Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah penembakan terhadap warga sipil di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya , ketika Festival Budaya Lembah Baliem ...