Jejak Perburuan Anggota KKB Penebar Teror di Papua dalam Sebulan, Empat Buronan Berhasil Diamankan Satgas Operasi Damai Cartenz

   

Papua — Sepanjang Juni 2026, Satgas Operasi Damai Cartenz mencatat serangkaian keberhasilan dalam operasi penegakan hukum terhadap anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di Papua. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, empat anggota KKB berhasil diamankan melalui operasi yang dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Papua Tengah hingga Papua Pegunungan.

Keempat tersangka masing-masing berinisial YMAPAB, dan PP, yang diduga memiliki keterlibatan dalam sejumlah aksi penembakan, teror terhadap aparat keamanan, hingga serangan yang mengakibatkan korban jiwa. Aparat menegaskan bahwa seluruh operasi dilaksanakan berdasarkan hasil penyelidikan, pengumpulan intelijen, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Awal Juni, Pelaku Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Puncak

Rangkaian operasi dimulai pada 6 Juni 2026 ketika Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap YM di kawasan Pasar Kago, Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Berdasarkan hasil penyidikan, YM diduga terlibat dalam penembakan terhadap seorang karyawan PT Freeport Indonesia yang terjadi di Distrik Tembagapura pada Maret 2026.

Menurut penyidik, YM diduga berperan memantau pergerakan aparat keamanan dan masyarakat saat aksi penembakan berlangsung. Penangkapan tersebut dilakukan berdasarkan laporan polisi serta hasil penyelidikan yang telah berlangsung selama beberapa waktu.


Komandan Operasi KKB Yahukimo Berhasil Dilacak

Operasi berlanjut pada 17 Juni 2026 ketika aparat berhasil melacak keberadaan AP, yang disebut sebagai Komandan Operasi Batalyon HSSBI Kodap XVI Yahukimo.

Pengungkapan kasus bermula dari penggerebekan sebuah rumah yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok tersebut di Kota Dekai. Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa amunisi, senjata tajam, busur panah, telepon genggam, serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Informasi hasil pengembangan kemudian mengarah kepada keberadaan AP.

Saat hendak diamankan, AP berusaha melarikan diri ke kawasan hutan. Aparat menyatakan telah memberikan tembakan peringatan sesuai prosedur sebelum mengambil tindakan tegas terukur. Dalam operasi tersebut, AP meninggal dunia dan kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai.


Dua Anggota KKB Yahukimo Kembali Diamankan

Beberapa hari kemudian, Satgas Operasi Damai Cartenz kembali menangkap dua anggota KKB Kodap XVI Yahukimo, yakni AB dan BK.

AB diduga terlibat dalam penembakan terhadap kendaraan lapis baja Satgas Marinir yang terjadi di Dekai pada Desember 2025. Saat proses penangkapan berlangsung, aparat menyebut tersangka sempat berupaya melarikan diri sehingga dilakukan tindakan sesuai prosedur kepolisian.

Dari hasil operasi tersebut, aparat mengamankan sejumlah barang bukti berupa amunisi, telepon genggam, perangkat komunikasi, teleskop optik, dokumen, serta beberapa perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.


Buronan Pembunuh Polisi di Intan Jaya Ditangkap

Keberhasilan berikutnya terjadi pada 24 Juni 2026, ketika aparat menangkap PP di Kampung Bajemba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

PP telah menjadi buronan selama sekitar dua tahun karena diduga terlibat dalam penembakan terhadap Pos Tower Satgas Tindak Intan Jaya pada Januari 2024 yang mengakibatkan gugurnya Briptu Anumerta Alvando Steve Karamoy.

Setelah ditangkap, tersangka langsung dibawa ke Pos Satgas Operasi Damai Cartenz untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga menyita sebuah telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.


Penegakan Hukum Dilakukan Secara Profesional

Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa seluruh operasi penindakan dilakukan berdasarkan proses penyelidikan, bukti permulaan yang cukup, serta mengikuti standar operasional yang berlaku.

Menurut aparat, setiap tersangka akan menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan Indonesia. Penyidikan juga terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam berbagai aksi kekerasan yang terjadi di Papua.


Keamanan Menjadi Fondasi Pembangunan Papua

Pemerintah Indonesia terus menekankan pentingnya keseimbangan antara penegakan hukum dan percepatan pembangunan di Papua. Selain melakukan tindakan terhadap pelaku kekerasan bersenjata, pemerintah juga melanjutkan pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, akses pendidikan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Berbagai pihak menilai bahwa situasi keamanan yang kondusif merupakan syarat utama agar program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat stabilitas serta menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh warga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Benny Wenda vs Realitas Papua: Antara Pidato Internasional dan Ketidakhadiran di Papua

Kontroversi Benny Wenda: Agen Kapitalis Barat di Balik Isu Papua Merdeka

FOOD ESTATE PAPUA : SOLUSI INDONESIA MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN